Sunday, April 24, 2016

Pemuda Dambaan Langit

Nukilan: Rayhana


Alkisah tertera kisah sipemuda Yaman
Bersama Rasulullah SAW ia hidup sezaman
Taat menjaga siibu yang tua, lumpuh dan buta
Sering berpuasa dan bermunajat pada Yang Maha Esa

Uwais Al-Qarni tuan empunya diri
Pemuda miskin tak dikenali di bumi
Namun di langit, namanya disebut saban hari
Bertemu Rasulullah, hatinya kepingin sekali

Mana mungkin bisa menempuh ribuan batu
Madinah Munawwarah amatlah jauh tuk dituju
Apatah lagi mengenang siibu yang serba tak mampu
Namun kerinduan mendalam bisa dihidu
Ekoran kecintaan yang tak dapat dibendung lagi
Lantas ibu tersayang izinkan pergi

"Pergilah Uwais wahai permata hatiku,
bertemu Rasulullah yang kau dambakan itu"
Gembiranya hati bukan kepalang
Sayugia berjanji akan segera pulang

Demikianlah janji sianak tadi
Pada ibu yang ditinggalkan pergi
Lalu berkemas menyiapkan diri
Dititipkan jiran, ibu yang dikasihi

Ke kota Madinah perjalanan dituju
Bertemu Rasulullah, tujuannya satu
Namun Baginda tak dapat diketemu
Kerna ke medan perang melawan seteru

Kesedihan melanda bagai tidak bernoktah
Kerinduan mendalam belum tertunai sudah
Ingin ditunggu kepulangan Rasulullah
Namun di sudut hati, ia resah gelisah
Mengenang siibu yang ditinggal kesepian
Menanti sianak yang berkelana berharian

Dek desakan hati yang tak keruan
Lantas berangkatlah ia pulang ke pangkuan
Hajat bertemu idaman hati dipendam lagi
Demi ketaatan pada ibu yang disayangi

Setelah usai urusan perang
Baginda pun terus berangkat pulang
Bertanya Aishah gerangan sipemuda
Yang datang menyusul semasa ketiadaannya

Baginda berkata ia pemuda istimewa
Seluruh isi langit menyebut namanya
Pada ibu ketaatannya luarbiasa
Aishah dan sahabah terpegun mendengarkannya

Carilah sipemuda itu, saranan Baginda
Perhatikan tanda putih di tengah tapak tangannya
Pada Ali dan Umar, Baginda lantas bersabda
Pohonlah doa dan istighfarnya

Selang tahun berganti tahun
Tatkala kafilah datang berkunjung
Masih berlegar segar pesanan agung
Agar mencari sipemuda yang ulung

Nun di hujung kota sipemuda sedang mengembala
Umar dan Ali bergegas mendapatkannya
Tanda putih jelas kelihatan seperti gambaran
Sesungguhnya benar ia bukan pemuda sembarangan

Arkian tersebutlah kisah Uwais Al-Qarni
Pemuda istimewa, terkilan tak bertemu Nabi
Hanya dek janji pada ibu tuk segera pulang ke sisi
Ketaatan dan kasihnya tiada dapat ditandingi

Pemuda biasa tak terkenal di mata dunia
Namun darjatnya diangkat begitu ketara
Kerna taat dan kasihnya kepada Allah, Rasul dan ibu
Hinggakan seluruh isi langit memuliakannya sebegitu

Justeru, ambillah ibrah dari kisah dan teladan
yang sarat pedoman melangkaui kebiasaan
agar disantuni, disemat dan diamalkan
demi kebahagiaan semua alam kehidupan



No comments:

Post a Comment